Jumat, 30 Juli 2010

EVALUASI HITUNGAN TUNDAAN DENGAN MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA 1997 UNTUK SIMPANG TIDAK BERSINYAL (STUDI KASUS KOTA YOGYAKARTA)

Persimpangan adalah simpul (node) dalam sebuah jaringan jalan, dan
biasanya menjadi daerah penyempitan (bottleneck) dari aliran lalu lintas dalam
suatu jaringan. Persimpangan merupakan tempat bertemunya kendaraan dari satu
lajur ke lajur yang lainnya yang memenuhi arus lalulintas dan lengan simpang
sampai dengan ke lengan simpang tujuan. Oleh karena itu, persimpangan
merupakan faktor terpenting dalam menentukan kapasitas dan tundaan dari sebuah
jaringan jalan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan dan mengevaluasi
hasil Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 mengenai hasil hitungan
tundaan simpang tak bersinyal dengan pengukuran di lapangan. Pengumpulan
data dilakukan pada tiga simpang tak bersinyal di Kota Yogyakarta yaitu simpang
Kesumanegara, simpang Diponegoro dan simpang Demangan. Pengumpulan data
survai meliputi survai geometrik jalan, survai tundaan, panjang antrian.
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan
Indonesia (MKJI) 1997 dalam program excel dan analisis statistik untuk
membandingkan hasil MKJI dan observasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan
antara hasil hitungan MKJI 1997 dan pengukuran di lapangan. Pada hasil
penelitian di lapangan diperoleh nilai tundaan yang lebih kecil daripada MKJI
1997, dikarenakan perilaku pengemudi kendaraan di jalan melebar kekanan
menambah lebar lajur sehingga kapasitas akan meningkat dan nilai tundaan akan
menjadi turun. Oleh karena itu direkomendasikan untuk merubah faktor koreksi
lebar pendekat untuk jalan minor menjadi (c + 2) karena rata-rata pengemudi
memanfaatkan lajur sebesar 2 meter. Selain itu perubahan ekivalensi mobil
penumpang untuk sepeda motor 0,5 menjadi 0,30 smp karena jumlah sepeda
motor 80% dari total kendaraan di jalan yang memberikan gangguan lebih besar.
Download File

Tidak ada komentar:

Posting Komentar