Sabtu, 04 September 2010

Behaviour of Precast Concrete Beam for Earthquake Resistance and Fast Build House using Infill Frame System

Wilayah Indonesia mempunyai aktivitas
gempa yang cukup tinggi (puslitbang). Dampak yang
terjadi akibat gempa bumi tersebut adalah jatuhnya
korban jiwa dan keruntuhan sebagian besar bangunan,
khususnya rumah tinggal. Sebagian besar rumah yang
runtuh adalah rumah yang dibangun tanpa struktur
penguat seperti sloof, kolom, balok ring dari beton
bertulang, material yang tidak memenuhi standar dan
banyak rumah tinggal yang dibangun tanpa mengikuti
peraturan dan konsep desain bangunan tahan gempa
yang ada (Wibowo).
Untuk membantu korban tuna wisma, pemerintah
harus segera memberi bantuan berupa rumah tinggal
yang dapat dibangun secara cepat sehingga korban
dapat kembali beraktifitas dengan normal. Untuk
mengatasi masalah tersebut, maka pada penelitian ini
diusulkan rumah tahan gempa dari beton pracetak.
Sistem pracetak beton mempunyai beberapa
kelebihan seperti mutu dan bahan lebih terjamin karena
proses pembuatan di pabrik dengan control kualitas
pekerjaan yang prima, waktu pemasangan lebih cepat
dan praktis, beton dapat langsung diekspos tanpa perlu
finishing terlebih dahulu. Selain itu,
tidak perlu khawatir bahwa penggunaan elemen precast
tersebut akan mahal, karena mengingat elemen pracetak
bisa diproduksi secara massal dan seragam sehingga
elemen-elemen dalam jumlah besar bisa langsung
dicetak dan dirakit di lapangan untuk membuat suatu
perumahan se-tipe dalam jumlah banyak dalam waktu
singkat. Karena bisa mempercepat waktu pelaksanaan,
maka pasti akan menghemat biaya (Yee, 2001).
Salah satu komponen struktural bangunan adalah
balok. Balok menerima beban lentur yang menyebabkan
keruntuhan tarik dan beban geser yang dapat
menyebabkan keruntuhan getas (britlle). Desain geser
merupakan hal yang sangat penting dalam struktur
beton karena kekuatan tarik beton jauh lebih kecil
dibandingkan dengan kekuatan tekannya. Perilaku balok
beton bertulang pada keadaan runtuh geser sangat
berbeda dengan pada keruntuhan karena lentur. Balok
tersebut langsung hancur tanpa ada peringatan terlebih
dahulu.
Dalam penelitian ini akan digunakan sistem
struktur infill frame, pengertian sistem struktur infilled
frame adalah sistem struktur dimana kontribusi infill
panel (dinding atau panel pengisi rangka)
diperhitungkan dalam menahan beban lateral. Infilled
frame terdiri dari 3 komponen, yaitu rangka
(frame/skeletal structure), infill panel (bagian pengisi)
dan penghubung antara rangka dan infill
panel/pengisinya (Hoenderkamp et al,2005). Sistem
struktur ini dipilih karena banyak konstruksi rangka
gedung pada abad ke-20 ini yang dindingnya (cladding)
sengaja didesain untuk menambah kestabilan dan
kekakuan struktur terhadap beban lateral (D. V. Malick,
1967), sehingga dapat membantu rangka bahkan
mengoptimalkan dimensi rangka.
Download Filel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar